Story

Doktrin-doktrin Menyesatkan di Industri Kreatif

Oleh takien

Kepuasan client adalah nomor satu, kesehatan pekerja adalah nomor seribu. Mungkin itulah motto yang selalu tertanam pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri kreatif. Sehingga terjadilah peristiwa itu. Seorang pekerja kreatif, multi talented, tahan banting meninggal setelah lembur selama 30 jam lebih.

Bekerja keras

Bekerja keras

Kerja 30 jam? Yang bener aja? Hal itu sangat mungkin terjadi di industri kreatif. Sebagai seorang yang pernah bekerja di industru tersebut, tentu saja saya pernah mengalaminya. Walau tidak sampai 30 jam sih.

Nah, masalahnya mengapa itu bisa terjadi? Bagaimana mungkin mereka mau bekerja sekeras itu?

Tidak lain karena mereka itu bekerja atas passion mereka, bekerja dengan hobi mereka, bekerja dibawah tekanan, bekerja tidak mengenal waktu, walau kadang dalam beberapa hal, tidak dibayar pun mereka mau bekerja. Inilah yang dimanfaatkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya atas pekerjaan yang mereka lakukan. Itulah mengapa, pulang malam adalah hal yang sangat biasa di industri ini, kalau perlu tidur di kantor dan besok bekerja lagi seperti biasa.

Hal yang saya bilang menyesatkan adalah doktrin bahwa pekerja kreatif itu harus total, kalau tidak pulang malam namanya bukan pekerja kreatif. Bekerja harus berdasarkan passion, jangan semata-mata karena uang. Pekerja kreatif boleh berpakaian bebas, rambut bebas, sesuai style dan hobi nya masing-masing. Bahkan jika perlu, membawa hamster kesayangan ke kantor pun diperbolehkan.

Satu lagi kelemahan pekerja kreatif adalah, bahwa mereka dipuji saja sudah senangnya setengah mati. Kamu itu sangat kreatif, multi talented, kamu dapat diandaklan perusahaan, tahan banting dan lain-lain. Jangan sampai hal itu mencelakakan dirimu sendiri. Kalau kamu memang pintar, bekerjalah dengan smart, bukan bekerja keras.

Semoga hal ini tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama para pelaku industri kreatif untuk lebih memperhatikan para pekerjanya.

leave office on time

leave office on time

Tulisan ini sudah berumur: 12 tahun 8 bulan 22 hari. Informasi di dalamnya mungkin sudah tidak relevan, tapi nilai historisnya sangat berharga, terutama bagi saya sebagai penulisnya.

Tag Terkait: