Article

Bingung Mau Buat Judulnya Apaan

Oleh takien

Sekarang ini banyak sekali dijumpai berbagai macam tools yang dapat memudahkan pekerjaan seorang web developer, programmer maupun web designer. Tools, sarana atau alat tersebut dapat berupa perangkat lunak (software), SDK (Software Development Kit), CMS (Content Management System) maupun tools yang dapat diakses melalui website (online tools). Hal itu tentu saja memudahkan kita dalam menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan dunia website. Namun tanpa dipungkiri masih ada orang yang tidak mau (atau malu) memanfaatkan tools tersebut dengan berbagai alasan.

Tools
Tools

Saya sedikit tergelitik untuk membuat tulisan ini, karena sebenarnya masih ada beberapa orang yang mengira bahwa tools itu hanya membuat orang jadi bodoh. Jujur saya dulu pernah berpikiran seperti itu juga. Sampai-sampai saya menjuluki salah satu teman saya sebagai “Manusia 1000 tools”, tapi belakangan saya menyadari bahwa saya salah. Jadi tulisan ini juga ditujukan buat saya pribadi juga. Mari kita simak.

Harap bedakan tools dan skill, apapun toolsnya, tetap tergantung skills nya.

Dari 100 orang yang bisa pakai Photoshop, tapi berapakah yang bisa mendesain dengan baik?

Semua orang bisa mempelajari Twitter Bootstrap dengan mudah, namun berapakah yang bisa menghasilkan hasil design yang bagus dan bernilai mahal?

Agak lebih jauh, apakah orang yang bisa mengoperasikan AutoCAD sudah menjadi jaminan bahwa dia dapat merancang bangunan dengan lebih baik daripada orang yang menggunakan kertas dan pensil?

Lalu kalau anda bisa mendesign website menggunakan Notepad apakah Anda hebat? Mungkin ya, namun apakah kehebatan Anda tersebut bernilai jual?

Coba realistis, saya tidak yakin sehebat-hebatnya orang mendesign menggunakan pure Notepad merancang sebuah layout dasar, termasuk tipografi, responsive, dapat menyelesaikannya dalam 1 hari. Tapi dengan menggunakan Bootstrap bisa selesai dalam beberapa menit saja. Kalau dipandang dari sisi client pilih mana? Pilih yang cepat selesai tapi bagus, atau lama selesai tapi berantakan yang dikerjakan developer hebat. Kalaupun hasilnya sama, pasti client memilih yang lebih cepat.

Kesimpulannya, jangan menjudge bahwa yang menggunakan tools instan itu orang bodoh atau malas, tapi lihat hasilnya. Tiap orang hasilnya pasti berbeda walaupun menggunakan tools yang sama.

Kedua, jangan merasa kalau coding pakai cara tradisional (misalnya, ada beberapa orang yang menghindari Emmet/Zen coding) adalah sudah hebat. Menurut saya justru mereka tidak hebat karena tidak mampu mengikuti perkembangan jaman. Orang seperti itu daripada Facebook-an mendingan kirim surat melalui kantor pos.

Tulisan ini sudah berumur: 12 tahun 10 bulan 26 hari. Informasi di dalamnya mungkin sudah tidak relevan, tapi nilai historisnya sangat berharga, terutama bagi saya sebagai penulisnya.

Tag Terkait: