
Blackout
Pemadaman listrik di Medan baru-baru ini sungguh sangat menggalaukan, apalagi bagi saya yang sehari-harinya bekerja menggunakan komputer. Bayangkan saja, mati lampu dalam satu hari tidak cukup 1 kali, tapi sampai 3 kali. Masing-masing pemadaman bisa mencapai 2-3 jam.
Mau tidak mau saya harus membeli UPS, setidaknya masih ada waktu untuk menyimpan kerjaan dan men-shutdown komputer ketika mati lampu. Terlebih lagi kalau bisa melanjutkan pekerjaan tanpa terganggu oleh ulah perusahaan penyedia listrik milik negara Indonesia tercinta ini.
Ternyata mencari UPS tersebut di kota Medan tidaklah mudah, sudah banyak saya datangin toko komputer, beberapa saya kontak melalui telepon ataupun YM, namun barang yang saya maksud tidak ada. Lucunya, salah satu toko komputer di Medan ketika saya tanyakan UPS malah tidak ada jawaban sama sekali kurang lebih selama satu jam. Eh ternyata toko komputernya sedang dilanda matilampu. Waduh… lain kali kalau jual UPS ya pake UPS dong pak ![]()

UPS matilampu
Namun tetap saja barang yang saya maksud tidak tersedia, mereka hanya menjual UPS tipe lain.
Akhirnya seorang teman menyarankan untuk membeli UPS tersebut di Jakarta. Oke deh, berarti ada proses kirim-kirim lagi, lama deh. Tapi karena tidak ada pilihan lain, apa boleh buat, padahal kebutuhan saya mendesak sekali waktu itu.
Lihat-lihat daftar harga di website toko komputer Jakarta, wah dapat murah nih. Kemudian saya kontak melalui YM customer service yang ada di website tersebut. Wah harga lagi naik pak. Sedikit terkejut karena dengan harga di website nya selisih sekitar 600 ribuan. Memang sih baru-baru ini harga komponen komputer lagi naik, karena harga dolar melambung. Tapi bukankah UPS nya buatan dalam negeri? Entah lah, daripada berdebat, saya iyakan, sekaligus tanya proses dan ongkos kirimnya ke Medan.
Ternyata ongkos kirim ke Medan juga tidak kalah joss, maklum lah UPS bukan barang ringan, yakni 20 kg. Customer service mengatakan ongkos kirimnya ke Medan pake JNE 600 ribuan. Waduh, makin pusing dong saya. Akhirnya saya minta pakai pengiriman cargo biasa yang lebih murah, walau konsekuensinya pengirimannya jadi lebih lama. Akhirnya sepakat barang dikirim pakai cargo darat, biayanya sekitar 280 ribu rupiah. Lumayan.
Hari demi hari saya menunggu sambil terus ditemani oleh matilampu setiap harinya, perkiraan saya sekitar empat hari. Ternyata hari ke-5 baru saya ditelpon kurir bahwa ada kiriman sekaligus memastikan alamatnya. UPS pun sampai di rumah.
Saya buka paket nya, lengkap tidak ada rusak. Saya lihat bukti pengirimannya, loh, ongkos kirimnya 140 ribu rupiah, atau 7 ribu per kilogram. Wah, ternyata pihak toko komputernya sedikit korupsi nih. Tapi sudahlah, yang penting UPS nya udah sampai dengan selamat dan saya bisa sedikit tersenyum karena tidak akan terkendala lagi kalau matilampu. 🙂
Tapi ada satu hal yang mengganjal dipikiran saya. Sejak UPS tersebut datang dan saya pasang, sampai saat ini tidak pernah terjadi matilampu lagi di Medan. PLN, matikan lampunya lagi dong, saya mau mengetes UPS nih.
Komentar (5)
Arsip Statis