Pribadi

Donor darah itu sukarela tidak dibayar, tapi kenapa kalau orang butuh...

Oleh Wak Jek• di Grup W3 kaskus• 31 Komentar Arsip

Donor darah itu sukarela tidak dibayar, tapi kenapa kalau orang butuh darah di RS misalnya, harus membeli darah. Kemanakah darah PMI itu?

Tulisan ini sudah berumur: 14 tahun 30 hari. Informasi di dalamnya mungkin sudah tidak relevan, tapi nilai historisnya sangat berharga, terutama bagi saya sebagai penulisnya.

(Dipulihkan dari arsip Facebook oleh Wak Jek di grup W3 kaskus)

Tag Terkait:

Komentar (31)

Arsip Statis
Uchan Utchanovsky
true story...
Wak Jek
troll story
Jeni Gemintang
ceritanya karena biaya penyimpanannya, padahal mungkin ada biayanya juga dari pemerintah atau donasi
Wak Jek
jadi kalau kekurangan darah, bayar pake telur+susu aja
Wak Jek
jadi itu harus dipertanyakan, siapa tau mereka berternak vampire
Hanhan H Hahn
pemrosesannya mahaarr
Uchan Utchanovsky
- setau ane, abis donor ada cek2 darah lagi (ni biaya) - penyimpanan di bank darah pake ruang khusus (ni biaya) nah klo minta sebenernya gratis, cuma suruh nunggu, ga tau smpe kapan
Wak Jek
iseng googling, dapat berita bikin ngakak. ternyata, PMI bahtah jual darah, itu cuma biaya operasional dan cost service dan gaji karyawan. ngakak. bukannya rumah makan juga begitu, uang yang kita bayar itu pengganti servise mereka, gaji karyawan, cost produksi dll, tapi mereka gk bilang GAK JUAL MAKANAN kan?? ================== PMI Sumut Bantah Jual Darah ================== TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara membantah menjual darah hasil donor masyarakat. Harga Rp 200 ribu yang ditetapkan oleh Unit Transfusi Darah hanyalah untuk pengganti uang kantong darah dan biaya operasional. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Donor Darah PMI Sumut, dr Horas Rajagukguk. "Kita tidak menjual darah. Itu kan darah dari pendonor. Di UTD memang harga satu kantong darah itu Rp 200 ribu tapi itu adalah cost service," ujarnya. Cost Service yang dimaksud oleh Horas Rajagukguk adalah biaya membeli kantong darah, screening kesehatan, gaji petugas pengambil darah, dan petugas UTD. "Mereka itu semua kerja tidak digaji, jadi dari service cost itulah kita menggajinya," ujarnya. Horas mengakui dipatoknya harga darah perkantong membuat masyarakat ragu untuk mendonorkan darah, karena takut hanya dijadikan bisnis semata untuk dijual kepada orang lain. Untuk itu ia pun menjamin harga maksimal satu kantong darah di UTD Rp 200 ribu dan tidak boleh lebih. Sehingga tidak ada kecurigaan masyarakat. Hal ini menurutnya harus diketahui seluruh masyarakat. Sehingga minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya terus meningkat.
M Zaqi Zamani
ada uang abang di sayang .. gak ada udang abang di tendang .. ada duit om Wak Hehe Jek di sayang .. ga ada uang Kecoa HeHe Ngamuk di tendang
Wak Jek
resmi nya aja 200rb kata PMI, padahal prakteknya kata temen ane up to 400-500 ribu per kantong. WTF
M Zaqi Zamani
Wak Hehe Jek begitulah .. kan duitnya di bagi rata nantinya ..
Wak Jek
Ulumuddin tetep aja gak bisa dibilang TIDAK MENJUAL. contoh apakah masyarakat bisa menerima jika Anda bikin produk misalnya kuali elektronik, anda bilang GRATIS GRATIS GRATIS. cukup bayar biaya operasional + ongkos produksi + gaji pekerja.
Wak Jek
KESIMPULANNYA: jadi kalau donor darah langsung ke orang nya aja yang butuh. transfrer pake selang. COST FREE
Kecoa Ngamuk Kecoa
tetep donor langsung ada biaya jasanya wak kecuali semua dilakukan sendiri. Klo mau minimalisir biaya di puskesmas daerah milik pemerintah aja, klo dideket sini biaya layanan kesehatan cuma Rp, 3000-, aja, itu juga termasuk transfusi darah saja kayanya ya dan tidak termasuk layanan kesehatan gigi, pengecekan darah dan lainnya.
Kecoa Ngamuk Kecoa
klo mau gratis ya pas bencana alam, itu gratis, klo ada yg mungut biaya laporin aja, bencana alam kok mungut biaya ke korban
Yanuar Arifianto
Waduh Om Wak bijimana sg . Kan proses pengambilan, penyimpanan, perawatam, pemeliharaan, penyaluran darah dll. itu ada biayanya. Katakanlah jarum untuk mengambil darah diganti tiap kali pakai, selang diganti, tdmpat penyimpanan seperti apa, disimpan di mana dengan suhu tertentu, kan ada biaya pemeliharaannya. Lhah kalo asal ambil, gratis, nggak disaring, nggak ada test darah, tahu-tahu disalurin eh ada penyakitnya, darah udah busuk lagi .
Hairil Ibnuh
kantung darahnya aja udah mahal..
Prast Rahastu
bilang aja darahnya gratisss,, kantung darah & penyimpanan nya bayar
Wak Jek
200k terlalu mahal untuk kantung dan tempat penyimpanan dan untuk sesuatu yang mereka peroleh dengan gratis. dan sangat salah kalau mereka bilang itu TIDAK DIJUAL/TIDAK DIPERJUAL BELIKAN. thred ini berawal dari seorang teman yang bercerita ketika salah satu keluarganya masuk rs dan butuh darah sekitar 6 kantung dan dia harus mebeli darah tersebut sendiri secara cash seharga @400-500rb per kantung. sangat miris sekali karena itu orang lagi kesusahan dan sangat urgent. sementara di sisi lain PMI terus menggalakkan donor darah.
Kecoa Ngamuk Kecoa
ya bener kata prast darahnya gratis (klo dibilang dijual nanti pendonor darah minta duit) jasa dan peralatannya yg bayar, besarnya biaya tergantung rumah sakit / institusi, klo RSUD biasanya cenderung lebih murah apalagi klo bisa ngurus kartu ket tidak mampu. Klo swasta ya no comment deh.
Wak Jek
berarti semua gratis, masakan padang juga gratis, cuma bayar ongkos masak + bahan-bahan nya.
Kecoa Ngamuk Kecoa
^ bisa aja dianggap begitu, tergantung persepsi pembeli dan apa yang penjualnya tawarkan, klo si penjual bilangnya gitu ya berarti spt itu. Sama aja kaya sewa hosting gratis domain, tapi hostingnya mahal banget,ya harga domain udah di include utk keperluan promo.
Kecoa Ngamuk Kecoa
Pastinya klo digembar gemborkan darah itu bayar nanti pendonor darah minta uang dan ketika bencana pemda harus membayar darah2 dari PMI utk dipakai warga korban bencana alam.
Abdul Aziz N
klo setau ane, darah-darah itu bukan sekedar di simpan di tempat penampungan, melainkan ada di check, ada penyakit bawaannya atau enggak.. --> tesnya lumayan banyak.. *silahkan dihitung penyakit2, alergi yang bisa menular via darah.. cmiiw..
Prast Rahastu
masakan padang gak gratis, berasnya, ayamnya, sayurnya beli dari pasar. Pemilik warung ambil untung
Bontor Irfan Fangalapan Sianipar
loh beras, ayam, sayur kan ciptaan Tuhan gan, kenapa mesti bayar? emang Tuhan minta bayarannya ya ?:p
Kecoa Ngamuk Kecoa
Beda Tuhan beda pemahaman mungkin?
M Zaqi Zamani
Kecoa HeHe Ngamuk emang kalau udah beda dari awal bakal susah... beginilah pluralisme ..
Bontor Irfan Fangalapan Sianipar
Mokhammad Zaqi Zamani susah gimana? yang bikin susah itu manusianya sendiri :hammer:
Prast Rahastu
petani dapet berasnya gratis,, emang pemilik wr padang nanem?
Jeffri Tjin
Sama seperti Wordpress itu gratis, tapi koq waktu kita pake jasa orang buat install, hosting, kustomisasi, maintenis, dll itu bayar? Jadi yang dijual itu yah jasa, peralatan, dsb dan itu semua tergantung rate masing2 individu atau dalam kasus ini rumah sakit/institusi.